Kegiatan

Pelatihan Auditor Mutu berbasis Sertifikasi Internasional  ISO OEM 21001: 2018

Kota Kediri- LPM IAIN Kediri. Hari Selasa, Rabu dan Kamis tanggal 9,10,11 januari 2024 LPM IAIN Kediri sukses lakukan pelatihan Auditor Mutu berbasis Sertifikasi Internasional ISO OEM 21001: 2018 bertempat di tiga lokasi berbeda. Acara ini merupakan rangkaian panjang dari proses ISO. Ujung dari dari acara ISO ini adalah assessment ISO dan ditutup dengan pemberian sertifikat ISO kepada IAIN Kediri dan acara AMI ISO ini merupakan rangkaian akhir sebelum RTM dan assessment ISO dari pihak eksternal.  52 peserta calon auditor ISO menghadiri acara di hari pertama yang bertempat di meeting room Hotel Viva. Acara hari pertama dimulai pukul 08.00 sampai 16.00 dengan narasumber Prof. Dr. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd. dan dipandu oleh sekretaris LPM Drs. Moh. Irfan Burhani, M.Psi. sebagai moderator.  

Pada hari pertama narasumber menerangkan tentang teori AMI. Sistem penjaminan mutu perguruan tinggi ada dua SPMI dan SPME. SPMI atau sistem penjaminan mutu internal yaitu penjaminan mutu yang dilakukan oleh perguruan tinggi sendiri tanpa melibatkan pihak luar sedangkan SPME atau sistem penjaminan mutu eksternal adalah sistem penjaminan mutu yang dilakukan oleh pihak luar atau seringnya disebut dengan akreditasi. Narasumber menegaskan bahwa hasil SPME kebanyakan sudah dijadikan isu dan sasaran strategis  oleh perguruan tinggi tetapi hasil SPMI belum dijadikan isu dan sasaran strategis dari perguruan tinggi padahal hasil SPMI dan SPME juga sama-sama penting untuk dijadikan isu dan sasaran strategis perguruan tinggi. Posisi audit dalam siklus spmi terletak dikategori  evaluasi dalam siklus PPEPP (penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, peningkatan) atau check dalam PDCA (Plan, do, check, act). Ada lima komponen dalam proses audit iso yaitu klien, auditee, auditor, ketua tim auditor dan penanggung jawab. Klasifikasi temuan audit ada tiga kategori observasi (OB), ketidaksesuain (KTS) ringan, ketidaksesuain berat.

Pada hari kedua, Rabu 10 januari 2024 executive briefing tentang AMI Sertifikasi Internasional ISO OEM 21001: 2018 bertempat di aula TIPD. Materi tentang hari kedua ini lanjutan dari materi hari kemarin dan dilanjutkan dengan materi tentang RTM (Rapat Tinjauan Mutu). Prof. Dr. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd menjelaskan ISO pada awalnya digunakan di dalam suatu perusahaan untuk mengetahui dan mengontrol mutu dari suatu Perusahaan. sistem ini terdapat dalam ISO 9001: 2015. Dunia Pendidikan ingin meniru control mutu dalam perusahaan sehingga dibuatlah ISO khusus pendidikan yaitu ISO 21001: 2018  yang merupakann turunan ISO 9001: 2015.

ISO 9001: 2015 mempunyai 7 prinsip yaitu : 1. customer focus; 2. Leadership; 3. engagement of people; 4. process approach; 5. Improvement; 6. evidence based decision making; dan 7. relationship management. Hal ini berbeda dengan ISO 21001: 2018 yang khusus pendidikan yang mempunyai 11 prinsip yaitu:  1. Focus on learners and other beneficiaries; 2. Visionary leardership; 3. Engagement of people; 4. Process approach; 5. Improvement; 6. Evidence-based decisiona; 7. Relationship management; 8. Social responsibility; 9. Accessibility and equity; 10. Ethical conduct in education; 11. Data security and protection.

Proses selanjutnya setelah AMI adalah RTM. Narasumber menjelaskan fungsi RTM ada tiga: suitable, adequate, effective. Suitable: apakah sistem manajemen mutu sesuai dengna yang diinginkan?; adequate: apakah penerapan sistem manajemen mutu sudah memadai?; effective: apakah sistem manajemen mutu mencapai hasil yang diinginkan?. Sedangkan materi-materi dari RTM adalah hasil audit internal, umpan balik, kinerja proses layanan dan kesesuain luaran, status Tindakan pencegahan dan perbaikan, tindak lanjut dari tinjauan manajemen sebelumnya, perubahan yang mempengaruhi sistem penjaminan mutu, dan rekomendasi untuk peningkatan. Acara sesi pertama di hari kedua ini berakhir pukul 12.30

Sesi kedua hari kedua mulai pukul 13.30 yang langsung diadakan posttest dengan waktu 30 menit dan calon asesor harus menyesaikan sebanyak 60 soal. Nilai minimal adalah 60 dan nilai maksimal 100, sehingga calon asesor ISO harus mampu menjawab 38 soal dengan benar. Setelah waktu ujian selesai moderator mengumumkan hasil nilai terbaik. Ada enam orang dengan nilai tertinggi yaitu Eka Resti Wulan, M.Pd., Anggi Nurul Baity, MPd., Dr. Trimurti Ningtyas, M.Kp., Fairizal Rahman, M.I.Kom., Novi Wahyu Winastuti, M.Psi., Fatma Puri Sayekti, M.Psi. dan untuk nilai tertinggi adalah Eka Resti Wulan, M.Pd. acara dilanjutkan dengan mendiskusikan untuk acara audit besok yang menjadi auditee adalah fakultas Syariah. Acara hari ini berakhir pukul 16.00.

Acara hari ketiga adalah simulasi audit ISO yang mulai pukul 07.00 dengan bertempat di aula rektorat Lt IV. Yang menjadi auditor adalah calon asesor yang mendapatkan nilai terbaik yang ada enam orang. Sedangkan yang menjadi auditee adalah seluruh pimpinan Fakultas syariah IAIN Kediri. Hadir diacara yaitu Dekan Fasya Dr. Khamim M.Ag.; Wadek I Dr. Ulin Na’mah M.Hi; Wadek II Drs H.M. Mahdil Mawahib, S.H, M. Ag; Kaprodi HKI Dr.H. Abdullah Taufik, MH; sekprodi HKI Moh. Badrus Solichin, MA; sekprodi HES Amrul Muttaqin, M.Ei; sekprodi HES Faridatul Fitriyah, M.Sy; kaprodi HTN Dr. Siti Nurhayati S.H.I, M.Hum.; sekprodi HTN Dr. Abduloh Munir,Lc. M.H.I; dan seluruh tim GPM Fasya. Simulasi ini berakhir pukul 15.30.

Ahamdulilah setelah tiga hari rangakaian ISO dengan materi audit, posttest untuk calon asesor ISO dan simulasi AMI ISO akhirnya selesai. (Ahmad Yani)