Tak Berkategori

Asesmen Lapangan Prodi Magister Pendidikan Agama Islam (S-2 PAI) IAIN KEDIRI Tahun 2024

Kota Kediri- LPM IAIN Kediri. Hari Kamis dan Jumat, tanggal 22 dan 23 Februari 2024, bertempat di Auditorium Gedung Pascasarjana IAIN Kediri, Program Magister Pendidikan Agama Islam (S-2 PAI) melakukan Asesmen Lapangan (AL). AL kali ini dilakukan secara luring dan berlangsung selama dua hari. Hari pertama mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB dan hari kedua mulai pukul 08.00 – 11.30 WIB.

Asesor asesmen lapangan di S-2 PAI adalah Prof. Dr. H. Abdul Rohman, M.Ag. dari UIN Walisongo Semarang sebagai asesor pertama dan Dr. Fathurrahman Muhtar, S.S., M.Ag dari UIN Mataram NTB sebagai asesor kedua. Pembukaan AL S-2 PAI dihadiri oleh Rektor IAIN Kediri, wakil rektor I, direktur pascasarjana, wakil direktur, tim Akreditasi S-2 PAI, tim LPM, tim LPPM, tim TIPD, tim perpustakaan, dosen pascasarjana, mahasiswa, pengguna lulusan, dan alumni.

Asesmen lapangan kali ini diawali dengan proses wawancara oleh asesor kepada Rektor IAIN Kediri terkait dengan arah pengembangan kampus dan langsung disambung dengan tim akreditasi yang menunjukkan bukti-bukti dan data kuantitatif. Sesi selanjutnya wawancara kepada tim LPM, khususnya kepada ketua LPM, Dr. H. Muniron, M.Ag. Pertanyaan seputar siklus PPEPP yang sudah terlaksana di IAIN KEDIRI, khususnya tentang monitoring dan evaluasi di tingkat pascasarjana yang diketua oleh GPM Pascasarjana, Sufirmansyah, M.Pd.I.

Sesi selanjutnya adalah wawancara dengan ketua LPPM, Dr. Taufik Alamin, M.Si terkait dengan proses penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) beserta skema dan peta jalannya, termasuk juga kewajiban publikasi ilmiah, luaran hasil penelitian dan PkM. Setelah sesi ini dilanjutkan dengan kunjungan ke lembaga atau unit kerja dan peninjauan fasilitas sarana prasarana yang ada di IAIN Kediri.

Dalam sesi penutupan asesmen lapangan, Prof. Dr. H Abdul Rohman, M.Ag. menyampaikan beberapa catatannya selama melakukan AL. Diantaranya, S-2 PAI sudah paham betul penyusunan dan item-item yang dibutuhkan pada akreditasi. Prodi PAI merupakan prodi yang relatif senior dan menjadi penciri lembaga dan perangkat yang diperlukan untuk itu sudah baik.

Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu penelitian dan publikasi. Hal ini tidak bisa instan dan harus melibatkan pihak luar beserta buktinya dengan tautan yang bisa diakses. Untuk dosen senior, kebijakan pimpinan menjadi sangat penting agar hal-hal teknis bisa dilakukan lebih baik lagi. Untuk publikasi lulusan, juga perlu program yang mendukung hingga ada luaran jurnal internasional bereputasi. Lembaga yang sedang transformasi ke UIN ini harus didukung prodi-prodi dengan peringkat UNGGUL agar lebih bereputasi.

Rektor IAIN Kediri, Dr. Wahidul Anam, M. Ag. dalam sambutannya menyampaikan dalam proses akreditasi untuk 5 tahun yg akan datang, idealnya disiapkan sejak sekarang, bukan sebelum 1 tahun habis. “Hasil dari kegiatan dua hari ini semoga menjadi input yang baik untuk prodi-prodi lain yang akan reakreditasi, seperti Prodi S-2 TBI, S-2 HKI, dan yang lain. Kami sekarang sedang dalam proses reakreditasi 4 prodi, 12 prodi ISK, beberapa prodi yang persiapan reakreditasi, dan sudah mulai menyiapkan Akreditasi Perguruan Tinggi yang akan disubmit akhir tahun 2024.

Rektor juga menegaskan terkait penelitian diupayakan yang didanai oleh rupiah murni bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Kampus sedang menyiapkan skema penelitian tersebut. Terkait publikasi, ke depannya, tradisi submit ke jurnal Sinta 2 untuk prodi Magister perlu dibudayakan dan ditegakkan kebijakannnya.

Terakhir, hasil asesmen hari ini bisa digunakan untuk perbaikan berkelanjutan dan bahan untuk reakreditasi berikutnya.

Penulis: Eka Resti Wulan, Ahmad Yani FR
Editor: Fatma Puri Sayekti